Sabtu, 26 Agustus 2017

fisika nkls X.1


logo paud GBKP 2010 PEBRUARI 2011
         TIM PAUD Moderamen GBKP
    Sekretariat PAUD : Kristen No.16 Kelurahan Padang Mas KP.22115 Kabanjahe
Pernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.
     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.htm

Sabtu, 19 Agustus 2017

sembilan kecerdasan paud


logo paud GBKP 2010 PEBRUARI 2011
         TIM PAUD Moderamen GBKP
    Sekretariat PAUD : Kristen No.16 Kelurahan Padang Mas KP.22115 Kabanjahe
Pernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.
     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.htmlPernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.

     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.html

Selasa, 18 April 2017

sosialisasi paud pwr point

Kegiatan PAUD

01.Untuk Merangsang Pertumbuhan Sinap-sinap Otak ,Melalui Permaianan .. 
รžMain Peran
รž main pembangunan
รžSensormotorik
02. Mengembangkan Keceredasan Majemuk
 03.Membiasakan Diri sejak Usia Dini 

kompetensi guru pendamping muda

Kompetensi Guru Pendamping Muda
Kompetensi
Sub Kompetensi

A.Memahami dasar -dasar 
    pengasuhan
    ( Pengetahuan )
1.memahami peran pengasuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak
2.memahamimpola makan dan kebutuhan gizi masing masing anak
3.memahami layanan dasar kebersihan anak danlingkungan
4.memahami layanan dasar kesehatan anak dan diri sendiri
5.memahami layanan dasar perlindungan
6.memahami tugas dan kewenangan dalam membantu guru dan guru pendamping
B.Terampil melaksanakan
    pengasuhan
    ( Ketrampilan )
1.terampil dalam pemberian minum dan makan anak
2.terampil dalam melakukan perawatn kebersihan diri dan anak
3.terampil bermain dan berkomenikasi secara verbal dan non verbal dgn anak
4.terampil mengenali dan mengatasi ketidaknyamanan anak
5.terampil merawat kebersihan lingkungan fasilitas bermain anak
6.terampil dalam melindungi anak
7.terampil berkomenikas efektif dan empatik dengananak
8.terampil bernyanyi dan mendongeng
C.Bersikap dan berprilaku
   sesuai dengan kebutuhan
   psikologi anak
  ( Sikab )
1.menyangi anak secara tulus
2.berprilaku sabar,tenang,ceria,penuh perhatian,serta melindungi anak
3.memiliki kepekaan dan responsif dalam menyikapi perilaku anak
4.menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa ,arif,dan bertanggung jawab
5.berpenampilan sederhana,rapi, bersih,dan sehat
6.berprilkau santun,menghargai, dan hormat kepada orang tua anak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
  
Ttd

Mohammad Nuh
lampiran II Permendikbud No 137 tahun 2014
Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Sabtu, 11 Februari 2017

Media Komenikasi Grafis



Jenis desain grafis
( MACAM MEDIA KOMUNIKASI GRAFIS)
Media  komunikasi  grafis  sangat  banyak  jumlah  dan  jenisnya,  namun  Freddy Adiono Basuki (2000) mengelompokkan secara garis besar menjadi :
1)  Media cetak (printed material)
Contoh  :  Poster  (dalam  dan  luar),  stiker,  sampul  buku,  pembungkus, selipat  (folder),  selebaran  (leaflet),  amplop  dan  kop  surat,  tas  belanja, katalog, iklan majalah dan surat kabar.
2)  Media luar ruangan (outdoor)
Contoh : Spanduk (banner), papan nama, umbul-umbul,  neon box,  neon sign, billboard, baliho, mobil boks.
3)  Media elektronik (electronic)
Contoh : Radio, televise, internet, film, program video, animasi komputer.
4)  Media Pajang (display media)
Contoh  :  Etalase  (window  display),  point  of  purchase,  desain  gantung, floor stand.
5)  Barang-barang kenangan (special offer)
Contoh  :  Kaos,  topi,  payung,  gelas,  aneka  souvenir,  sajadah,  tas,  dan sebagainya.
Setiap jenis media grafis memiliki karakteristik sendiri-sendiri, tergantung kepada
tujuan penggunaan media tersebut.
              1.  Poster
Memuat  unsur  teks  dan  gambar/ilustrasi  yang  dipasang  atau  ditempel pada  dinding.  Visualisasi  setiap  unsurnya  rinci,  jelas,  realis,  sederhana, dan singkat dengan warna yang mencolok sesuai misinya.
Gambar 1. 2 Contoh poster
               2.  Stiker
Media komunikasi grafis  tentang produk, jasa, atau identitas yang dapat
ditempel  paa  berbagai  tempat.  Umumnya  berbahan  kertas  vinyl  yang mengandung perekat.
Gambar 1. 3 Contoh stiker
           3.  Kover Buku
Merupakan  perwajahan  dari  buku  sekaligus  sebagai  keterangan  isi  dan bertujuan untuk menarik perhatian. Umumnya unsur-unsurnya terdiri dari warna,  gambar,  dan  ilustrasi,  pengarang,  judul,  dan  penerbit.  Banyak buku  dilengkapi  dengan  unsur  teks  atau  tulisan  yang  memberikan
penjelasan singkat tentang isi buku.
Gambar 1. 4 Contoh kover buku
                     4.  Pembungkus/Packaging
Selain  berfungsi  sebagai  pengaman/pelindung  namun  juga  berfungsi sebagai daya tarik suatu produk.
Gambar 1. 5 Contoh pembungkus
                    5.  Selipat/Folder
Media  komunikasi  grafis  produk  atau  jasa  yang  bentuknya  memiliki beberapa  lipatan.  Folder  biasanya  dilipat  bisa  menjadi  dua  bagian  dan didalamnya  berisikan  leaflet  atau  brosure  serta  yang  lainnya  sebagai material promosi
Gambar 1. 6 Contoh selipat
                        6.  Selebaran atau Leaflet
Media  komunikasi  grafis  yang  dibuat  dengan  ukuran  relative  kecil  dan biasanya  hanya  satu  lembar.  Penyebarannya  dilakukan  dengan  cara dibagi-bagikan.
Gambar 1. 7 Contoh Leaflet
                7.  Amplop dan Kop Surat
Merupakan media yang digunakan sebagai sarana surat-menyurat dan di dalamnya terletak identitas perusahaan atau lembaga  tertentu. Biasanya berupa logo dan teks yang berisi alamat, nomor telepon, e-mail, ataupun fax.Gambar 1. 8 Contoh amplop dan kop surat
                     8.  Tas belanja/shopping bag
Berfungsi  untuk  keperluan  belanja  yang  umumnya  bersifat  sementara, mengidentifikasikan identitas perusahaan, toko, lembaga, selain sebagai  daya  tarik.  Pada  bagian  luar  biasanya  berisi  logo  atau  symbol perusahaan, yang disertai teks alamat maupun visi perusahaan.
Gambar 1. 9 Contoh shopping bag
          
      9.  Katalog
Merupakan  media  komunikasi  grafis  berbentuk  buku  yang  di  dalamnya berisi aneka jenis produk, harga, formulasi, dan cara penggunaannya.
Gambar 1. 10 Contoh katalog
                  10.  Iklan  surat  kabar/koran,  adalah  adalah  media  komunikasi  grafis  yang
dipasang pada surat kabar.  Dibuat sesuai dengan kolom yang ada pada surat  kabar  dan  ditayangkan  sangat  singkat.  Unsur-unsur  yang dipergunakan  adalah  warna,  teks,  gambar,  serta  informasi  yang  dimuat secara rinci.
Gambar 1. 11 Contoh iklan koran
            11. Iklan majalah
Adalah media komunikasi grafis yang dipasang pada majalah dan dibuat sesuai  dengan  kolom  yang  ada  pada  majalah  tersebut.  Lama penayangan  relative  lama.  Unsur-unsur  yang  dipergunakan  adalah warna, teks, gambar, dengan informasi yang dibuat secara rinci.
Gambar 1. 12 Contoh iklan majalah
            12. Spanduk
Media  komunikasi  grafis  yang  dibuat  dari  kain  panjang  dan  dipasang dengan  direntangkan  di  atas  atau  di  tepi  jalan  secara  horizontal. Pesannya  singkat,  mengikat,  formatnya  relatif  sempit,  dan  yang  harus cepat terbaca. Hurufnya besar dengan warna mencolok dan komunikatif.
Gambar 1. 13 Contoh spanduk
                  13. Umbul-umbul
Merupakan  media  komunikasi  grafis  yang  terbuat  dari  kain  yang prinsipnya tidak berbeda dengan spaduk, namun pemasangan dilakukan secara  vertikal.  Pesannya  sedikit,  berfungsi  sebagai  dekoratif  dan membentuk suasana lingkungan.
Gambar 1. 14 Contoh umbul-umbul
               14. Papan nama
Merupakan  media komunikasi grafis  yang  terbuat  dari  papan  dan seng. Media  ini  dipergunakan  sebagai  informasi  identitaas  bidang  usaha, identitas perkantoran, atau pusat-pusat pelayanan masyarakat. Media ini bisa  dipasang  di  sebelah  kiri,  kanan  atau  tengah  dari  tempat  kegiatan,
bersifat komersil maupun sosial.
Gambar 1. 15 Contoh papan nama     
           15. Neon Box
Merupakan  media  komunikasi  grafis  yang  terbuat  dari  mika  akrilik berbentuk  boks  dengan  lampu  didalamnya.  Lampu  dipakai  agar  dapat memantulkan  warna  pada  tulisan  atau  gambar  sehingga  menjadi lebihkomunikatif  dan  indah.  Neon  box  dapat  dipergunakan  siang  hari
maupun malam hari.
Gambar 1. 16 Contoh neon box
                      16. Neon Sign
Merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari lampu neon yang di  dalamnya  diisi  dengan  gas  dan  apabila  dialiri  listrik  akan memancarkan  sinar.  Warna  yang  dihasilkan  tergantung  formulasi  zat yang  dipakai  untuk  membuat  tabung  gas.  Efek  bergerak  dapat
ditimbulkan dengan menambahkan travo.
Gambar 1. 17 Contoh neon sign
                           17. Baliho
Media  komunikasi  grafis  yang  terbuat  dari  bahan  triplek  dengan  format relative  besar  berkonstruksi  kayu  atau  bambu.  Baliho  menggunakan unsur-unsur  warna  teks,  warna,  dan  ilustrasi  singkat  atau  sederhana dengan waktu tayang relative singkat.
Gambar 1. 18 Contoh baliho
                         18. Billboard
Media  komunikasi  grafis  yang  terbuat  dari  plat  ezer  dengan  format relative  besar  dengan  menggunakan  konstruksi  besi  (permanen)  untuk menginformasikan  produk  atau  jasa,  menggunakan  unsur-unsur  warna, teks  dan  ilustrasi  secara  singkat  dan  sederhana.  Lama  tayang  relative lama.
Gambar 1. 19 Contoh billboard
                      



           19. Halte Bus
Merupakan  media komunikasi grafis  yang  terbuat  dari  plat  ezer  dengan kontruksi  besi,  dipasang  pada  tempat-tempat  pemberhentian  bus, dipasang secara permanen dan relative lama.
Gambar 1. 20 Contoh halte bus
                          20. Reklame Mobil Boks
Merupakan media komunikasi grafis  yang dibuat pada badan mobil boks dengan  format  sesuai  ukuran  mobil  (panjang  dan  lebar  mobil  boks). Unsur-unsur yang digunakan adalah warna, teks, dan ilustrasi.
Gambar 1. 21 Contoh iklan mobil boks
                       21. Etalase
Media  grafis  yang  terbuat  dari  almari  kaca  untuk  memajang  produk dengan bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan ruangan dan produk yang ditawarkan.
Gambar 1. 22 Contoh etalase
                      22. Desain Gantung
Media grafis yang terbuat dari bahan kertas, karton, plastic, dan lain-lain. Umumnya  tercetak  dengan  satu  atau  dua  muka  atau  lebih,  dipasang dengan cara digantung agar dapat berputar dan dilihat bergantian. Unsurunsur yang dipergunakan adalah warna, teks, dan ilustrasi.
Gambar 1. 23 Contoh desain gantung
                             23. Point of Purchase
Merupakan media komunikasi grafis dari bahan karton yang tercetak dan dipasang pada deretan produk yang ada pada etalase. Bentuk umumnya kotak,  sederhana,  dan  menyampaikan  nama  produk.  Unsur-unsur  yang dipergunakan adalah warna, teks, dan ilustrasi.
Gambar 1. 24 Contoh point of purchase
                                        24. Floor Stand
Terbuat dari bahan karton, triplek, dan sebagainya yang diletakkan pada suatu  ruangan  lantai  kontruksi  dengan  posisi  berdiri  menggunakan penyangga.  Biasanya  media  ini  mengikuti  bentuk  produk,  manusia, binatang,  serta  tumbuh-tumbuhan,  baik  dua  atau  tiga  dimensi.  Unsurunsurnya terdiri dari warna, teks, dan ilustrasi.
Gambar 1. 25 Contoh floor stand
                               25. Kaos (T-shirt)
Adalah  media  komunikasi  grafis  yang  dicetak  di  atas  kain  katun.  Cara mencetak  menggunakan  teknik  cetak  saring  atau  sablon.  Bagian  yang tercetak biasanya bagian depan dan bagian belakang. Unsur-unsur yang digunakan meliputi warna, teks, dan ilustrasi.
Gambar 1. 26 Contoh ka