Sabtu, 30 Desember 2017

Remaja, harapan dan reaalita

Remaja (harapan dan realita)   dalam pandangan Pt P Kaban




Ditengah  Keluarga
Realita
1.       Melakukan komenikasi yang baik dengan semua anggota keluarga secara alami ( tulus ) tercipta ketaatan yang murni

2.       Ketaatan yang semu dalam arti taat /baik saat berhadapan saja

3.       Tidak jelas /komenikasi nggak nyambung antara anggota keluarga
harapan  :
Melakukan komenikasi yang baik dengan semua anggota keluarga secara terencana dengan  baik
sebagai akibat keluarga Kristen
( percaya kepada Kristus menyediakan waktu khusus )
Ditengah masyarakat
Realita
1.Bergaul secara normal saja
    tidak membuta masalah/  
   dapat mengendalikan diri

2.tergantung  teman nya bergaul

3.sumber masalah
harapan  
Bergaul secara normal saja
 tidak membuta masalah/  
 dapat mengendalikan diri
serta kreatif
Dilingkungan sekolah
Realita
1.       Menunjukkan jati diri sebagai siswa Yang bisa berprestasi  dan berkarakter

2.       Berlaku sebagai siswa biasa-biasa saja

3.       Merugikan diri sendiri
Dan orang lain
                 harapan         
Berlaku sebagai siswa- luar biasa saja
-nampak kemajuan dan jelas  
  arah kegiatannta dalam
  memakai waktu

 


Rectangular Callout: • Ketua KAKR Moderamen ; 2000-2010
• Pembina Rubrik  SMAN Laubaleng   ; 1985 -1999
• Pembina Rubrik  SMAN2 kabanjahe ; 2000-2007
• Ketua TIM PAUD GBKP 2010-2015
• Guru SMKN1 Kabanjahe ( Program Multimedia )
Kepala SMP-SMA Immanuel Kabanjahe 2003 sd sekarang

Sabtu, 26 Agustus 2017

fisika nkls X.1


logo paud GBKP 2010 PEBRUARI 2011
         TIM PAUD Moderamen GBKP
    Sekretariat PAUD : Kristen No.16 Kelurahan Padang Mas KP.22115 Kabanjahe
Pernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.
     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.htm

Sabtu, 19 Agustus 2017

sembilan kecerdasan paud


logo paud GBKP 2010 PEBRUARI 2011
         TIM PAUD Moderamen GBKP
    Sekretariat PAUD : Kristen No.16 Kelurahan Padang Mas KP.22115 Kabanjahe
Pernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.
     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.htmlPernah mendengar kalimat seperti ini: "Anak Anda pintar sekali, pasti IQ-nya tinggi."Dulu, kecerdasan seseorang memang  dikaitkan atau diukur dengan Intelligence Quotion (IQ). Anak yang IQ-nya tinggi dianggap cerdas, bahkan yang IQ-nya di atas 140 seperti Albert Einstein disebut genius. Sebaliknya IQ rendah juga dihubungkan dengan ketidak-cerdasan atau bodoh.
Sebenarnya, kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dengan satu tolok ukur saja seperti IQ.  Bahkan hasil tes IQ sangat terpengaruh dengan kondisi pada saat seseorang menjalani tes. Tempat tes yang kurang nyaman, kondisi fisik yang kurang baik juga ikut mempengaruhi hasil tes IQ.
Dalam bukunya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983), Howard Gardner mengemukakan teori Kecerdasan Majemuk. yang meliputi beberapa jenis kecerdasan Setiap orang memiliki bidang-bidang kecerdasan yang menonjol, di lain pihak, kecerdasan lain kurang berkembang. 
Kecerdasan majemuk secara garis besar terdiri dari 9 jenis kecerdasan:
1.Kecerdasan Bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri. Berhubungan kemampuan mengolah bahasa dan kata-kata, di antaranya berbicara, menulis puisi, dsb
2.Kecerdasan Logika - Matematika
Kemampuan memahami penalaran dan logika, hubungan sebab akibat, kemampuan mengenali pola, mengolah angka.
3.Kecerdasan Visual - Spatial
Kemampuan yang berhubungan dengan penglihatan, seperti gambar, diagram, peta, karya seni, dan kemampuan menciptakan gambar mental
4.Kecerdasan Musik
kemampuan mengenali nada dan musik, memainkan alat musik, mengarang lagu
5.Kecerdasan Fisik
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk memecahkan masalah, membuat atau menghasilkan sesuatu dan tentu saja olah tubuh seperti sport, menari, dsb
6.Kecerdasan Alam
Kecerdasan alam banyak berhubungan dengan alam, flora dan fauna, misalnya mampu mengenali jenis hewan dan tumbuhan lebih dari orang lain, kegemaran mengamati alam, mengkoleksi benda-benda alam seperti batu-batuan dan tumbuhan, memelihara hewan
7.Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan mengenali diri sendiri, siapa diri kita, apa yang dapat kita lakukan, apa yang ingin kita lakukan, nilai-nilai hidup yang kita yakini, dsb
8.Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan memahami orang lain. 
9.Kecerdasan Spiritual
Kemampuan memahami pertanyaan tentang kehidupan dan pengalaman spiritual
             Perlu diingat:
1.    Semua orang memiliki semua jenis kecerdasan majemuk
2.   Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai  tingkat tertentu  
3.   Semua kecerdasan  saling berhubungan dan bekerja sama 
4.   Seseorang memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol, sementara beberapa kecerdasan lain kurang berkembang 
5.   Setiap jenis kecerdasan dapat terus ditingkatkan dengan  melatihnya. Misalnya, seseorang  memiliki kecerdasan logika  matematika yang tinggi namun karena tidak pernah dilatih, kecerdasan itu kurang berkembang 
      Setiap anak, dan orang dewasa,  memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol, kecerdasan itu perlu terus dikembangkan. Otak manusia bersifat plastis (Plastisitas otak), artinya mudah dibentuk. Kita memiliki kesempatan seumur hidup karena otak kita tidak pernah berhenti berkembang. Apa yang kita alami dan pelajari mengubah struktur otak kita. Dengan memilih aktivitas yang sesuai, kita dapat meningkatkan kecerdasan kita lebih baik lagi.

     Dikutip Pt P Kbn(RPI 2014) Sumber: http://www.pbs.org/wnet/gperf/education/ed_mi_overview.html

Selasa, 18 April 2017

sosialisasi paud pwr point

Kegiatan PAUD

01.Untuk Merangsang Pertumbuhan Sinap-sinap Otak ,Melalui Permaianan .. 
ÞMain Peran
Þ main pembangunan
ÞSensormotorik
02. Mengembangkan Keceredasan Majemuk
 03.Membiasakan Diri sejak Usia Dini 

kompetensi guru pendamping muda

Kompetensi Guru Pendamping Muda
Kompetensi
Sub Kompetensi

A.Memahami dasar -dasar 
    pengasuhan
    ( Pengetahuan )
1.memahami peran pengasuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak
2.memahamimpola makan dan kebutuhan gizi masing masing anak
3.memahami layanan dasar kebersihan anak danlingkungan
4.memahami layanan dasar kesehatan anak dan diri sendiri
5.memahami layanan dasar perlindungan
6.memahami tugas dan kewenangan dalam membantu guru dan guru pendamping
B.Terampil melaksanakan
    pengasuhan
    ( Ketrampilan )
1.terampil dalam pemberian minum dan makan anak
2.terampil dalam melakukan perawatn kebersihan diri dan anak
3.terampil bermain dan berkomenikasi secara verbal dan non verbal dgn anak
4.terampil mengenali dan mengatasi ketidaknyamanan anak
5.terampil merawat kebersihan lingkungan fasilitas bermain anak
6.terampil dalam melindungi anak
7.terampil berkomenikas efektif dan empatik dengananak
8.terampil bernyanyi dan mendongeng
C.Bersikap dan berprilaku
   sesuai dengan kebutuhan
   psikologi anak
  ( Sikab )
1.menyangi anak secara tulus
2.berprilaku sabar,tenang,ceria,penuh perhatian,serta melindungi anak
3.memiliki kepekaan dan responsif dalam menyikapi perilaku anak
4.menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa ,arif,dan bertanggung jawab
5.berpenampilan sederhana,rapi, bersih,dan sehat
6.berprilkau santun,menghargai, dan hormat kepada orang tua anak

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
  
Ttd

Mohammad Nuh
lampiran II Permendikbud No 137 tahun 2014
Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini